Kumpulan Artikel-Artikel Motivasi

Wednesday, May 15, 2013

On 11:35 AM by Unknown in    No comments

motivasi
Aku adalah teman sejatimu. 
Aku adalah penolongmu yang paling hebat, sekaligus bebanmu yang paling berat. 
Aku bisa mendorongmu maju atau malah menyeretmu ke kegagalan. 
Aku sepenuhnya tunduk pada perintahmu. 
Sembilan puluh persen hal yang kamu perbuat boleh kamu serahkan padaku dan aku akan mampu mengerjakan semuanya secara cepat dan tepat. 
Aku mudah diatur. Tunjukkanlah padaku bagaimana persisnya kamu menghendaki sesuatu untuk dikerjakan. Dan setelah beberapa kali, aku akan mengerjakannya secara otomatis. 
Aku adalah hamba semua orang hebat dan semua pecundang. 
Aku bukan mesin. Walau begitu, aku bekerja dengan presisi mesin ditambah intelegensi manusia. 
Kamu bisa menggunakan aku demi meraih keuntungan atau malah mengalami kehancuran. Tapi keduanya tidak ada bedanya bagiku. 
Ambillah aku, latih aku, bersikaplah tegas terhadapku, maka aku akan menempatkan dunia dibawah kakimu. 
Bersikap longgarlah terhadapku, maka aku akan menghancurkanmu. 
Siapakah aku? 
Aku adalah kebiasaan
Kebiasaan-kebiasaan baik harus kau pegang erat dengan komitmen yang tinggi. Karena terlepas dari bagaimana perasaanmu, setiap keputusan yang dikuatkan oleh niat untuk mengambil tindakan sesuai dengan komitmen, akan selalu mendatangkan hasil-hasil yang mengagumkan dalam waktu yang relatif singkat.

By:Liyashady at:zoom-indonesia.com

Tuesday, May 7, 2013

On 12:48 PM by Unknown in    No comments

motivasi
Satu hari yang tenang di 1853, seorang koki di restoran Moon’s Lake house, Saratoga Spring, New York, membuatkan camilan ringan untuk seorang pelanggannya.
Ia menyiapkan potongan-potongan kentang yang disajikan sangat rapi dan indah di atas piring kaca.
Dengan percaya diri, sang koki menyerahkan makanan itu kepada pelayan untuk diserahkan pada pemesan.
Beberapa menit kemudian, si pelayan kembali sambil membawa piring dengan kentang yang sepertinya masih utuh.
Kenapa?” tanya sang koki.
Dia bilang potongannya terlalu tebal dan kentangnya hambar.” Dia minta dibuatkan yang lain.
Si koki sangat marah dengan pernyataan yang baru saja didengarnya. Segera ia siapkan makanan baru. Tetap dengan bahan kentang, kali ini ia memotongnya sangat tipis, nyaris seperti kertas.
Kentang itu digoreng kering menghasilkan pinggiran yang sedikit kecoklatan, nyaris gosong. Belum cukup menyiksa menurutnya, ia taburi garam dalam jumlah banyak ke dalam keripik kentang itu, lalu mengaduk-aduknya. Makanan baru ini langsung ia sajikan sendiri ke hadapan pelanggan yang menyebalkan itu.
Setelah meletakkan piring yang tidak lagi dihiasi macam-macam, ia menunggu si pelanggan berkomentar.
Enak sekali, luar biasa!” reaksi si pelanggan.
Makanan itulah yang menjadi cikal bakal Potato Chips atau yang mungkin di Indonesia akrab dengan merek dagang Chitato. Koki itu bernama George Crum dan pelanggannya adalah Cornelius Vanderbilt.
Setiap kejadian di dalam kehidupan ini penuh rahasia. Boleh jadi demikianlah takdir mereka untuk bertemu sehingga berhasil menciptakan sebuah jenis makanan yang kemudian menjadi salah satu jenis makanan terpopuler di dunia.
Bertahun-tahun kemudian, Crum membuka restoran sendiri yang memiliki sekeranjang keripik kentang di setiap meja. Meskipun Crum tidak pernah berusaha untuk mematenkan penemuannya, snack itu akhirnya diproduksi secara massal dan dijual dalam kantong - menyediakan ribuan lapangan kerja nasional.
Kembangkanlah kesuksesan dari kegagalan-kegagalan. Hambatan dan kegagalan adalah dua pijakan pasti menuju keberhasilan.” – Dale Carnegie, motivator dunia.

By:Liyashady at:zoom-indonesia.com
On 12:43 PM by Unknown in    No comments

motivasi
Seorang cendekiawan pergi menikmati pemandangan laut sore dengan menyewa sebuah perahu nelayan dari tepi pantai. Setelah harga sewa per jam disepakati, ia dan seorang nelayan melaut cukup jauh dari bibir pantai.
Melihat nelayan terus bekerja keras mendayung perahu tanpa banyak bicara, sang cendekiawan bertanya, “Apakah Anda pernah belajar ilmu fisika tentang energi angin dan matahari?”
Tidak,” jawab sang Nelayan singkat.
Cendekiawan melanjutkan, “Ah, jika demikian Anda telah kehilangan seperempat peluang kehidupan Anda.” Nelayan itu hanya mengangguk-angguk, tanpa bersuara.
Apa Anda pernah belajar sejarah filsafat?” tanya cendikiawan lagi.
Belum pernah,” jawab nelayan itu singkat sambil menggelengkan kepalanya.
Cendekiawan pun melanjutkan, “Ah, jika demikian Anda telah kehilangan seperempat lagi peluang kehidupan Anda.”  Lagi-lagi, sang Nelayan hanya mengangguk-angguk, tanpa suara.
Apa Anda pernah belajar dan bisa berkomunikasi dengan bahasa asing?” tanya cendikiawan.
Tidak bisa.”
Aduh, jika demikian Anda total telah kehilangan tigaperempat peluang kehidupan Anda.”
Tiba-tiba, angin kencang bertiup keras dari tengah laut. Perahu yang mereka tumpangi pun hampir terguling. Namun dengan tenang nelayan itu bertanya pada cendekiawan,
Apakah Anda pernah belajar berenang di tengah lautan?”
Dengan suara gemetar dan muka pucat ketakutan, cendekiawan itu menjawab, “Tidak pernah.”
Tak diduga, sang Nelayan pun memberi komentar dengan percaya diri, “Ah, jika demikian, Anda telah kehilangan semua peluang hidup Anda.”
Apakah pelajaran yang tersirat dibalik kisah singkat ini? Bahwa alangkah tidak baiknya menjadi seorang yang sering meninggikan diri dan merasa lebih hebat dari orang lain.
Sehebat apapun kita, selalu ada orang lain yang bisa melakukan sesuatu yang tidak bisa kita lakukan. Dan betapa kita semua memiliki keterbatasan dan selalu membutuhkan orang lain.

By:Liyashady at:zoom-indonesia.com
On 12:40 PM by Unknown in    No comments

motivasi
Di suatu acara seminar motivasi, sang motivator meminta para peserta yang menggunakan jam tangan analog untuk membantunya maju ke depan.
Lima peserta tersebut kemudian diminta meletakkan pergelangan tangan di belakang tubuh, agar jam tangan mereka tak terlihat.
Setelah memastikan bahwa semua jam tangan tak terlihat, sang motivator bertanya pada masing-masing peserta tentang usia dan harga jam tangan mereka.
Semua pemilik jam tangan ternyata ingat berapa usia dan harga jam tangan mereka, dan hampir semua jam tangan telah berusia lebih dari satu tahun.
Tersenyum, sang motivator lalu menanyakan pertanyaan kedua,
Nah, bila Anda semua ingat berapa usia dan harga jam tangan Anda, sekarang coba Anda ingat, berapa kali Anda melihat jam tangan itu setiap hari?”
Kelima peserta yang maju mengatakan bahwa mereka sangat sering melihat waktu pada jam tangan mereka. Hampir setiap satu jam sekali, bahkan bisa beberapa menit sekali jika sedang menunggu kedatangan seseorang atau bosan.
Sang motivator melanjutkan,
Anda sudah memiliki jam tangan ini dalam waktu yang lama dan sering memakainya, sering melihat waktu pada jam tangan Anda, bahkan juga ingat dengan harganya. Sekarang silahkan Anda ingat, dengan tangan Anda tetap di belakang, apakah penanda waktu pada jam tangan Anda memakai angka Arab (1, 2, 3) atau angka Romawi (I, II, III)?”
Semua peserta tampak kebingungan dan berpikir keras untuk mengingat apakah penanda waktu pada jam tangan mereka memakai angka Arab atau Romawi. Satu persatu dari mereka pun akhirnya menjawab dengan tak yakin. Setelah itu, mereka dipersilahkan melihat jam tangan mereka untuk memastikan apakah tebakan mereka benar atau salah.
Dari lima peserta,  hanya satu yang benar. Bahkan ada peserta yang menjawab bahwa penanda jam tangannya memakai angka Romawi, padahal jam tangan miliknya hanya memakai penanda strip ( - ).
Percobaan sederhana ini telah ‘menyentil’ kita. Bayangkan saja, jika dalam sehari kita melihat jam tangan kita sepuluh kali saja, sudah berapa ribu kali kita melihat penanda waktu pada jam tangan kita? Namun hal kecil ini justru luput dari pandangan kita.
Kita seringkali menerima kebaikan kecil yang berulang-ulang setiap hari dari orang-orang terdekat kita, keluarga, misalnya. Sudahkah kita berterima kasih pada mereka? Atau justru tidak sadar pada hal-hal kecil yang sebenarnya menopang hidup kita?

By:Liyashady at:zoom-indonesia.com
On 12:39 PM by Unknown in    No comments

motivasi
Di Glasgow, Skotlandia, seorang wanita muda, seperti kebanyakan remaja masa kini, merasa bosan tinggal di rumah dan muak dengan larangan-larangan orangtuanya.
Hingga suatu hari ia berteriak marah, “Aku tak tahan lagi. Aku mau pergi!” 
Ia pun pergi, memutuskan untuk menaklukkan dunia. Namun, tak lama kemudian, ia berkecil hati karena tak mampu mendapat pekerjaan. Ia pun turun ke jalan dan menjadi tuna wisma. 
Tahun-tahun berlalu, ayahnya meninggal, ibunya pun bertambah tua, dan ia semakin terjerumus dalam dunia barunya. 
Ia tak pernah berusaha mencari ibunya. Sedangkan sang Ibu, ketika mendengar di mana anaknya berada, ia pergi ke bagian kumuh kota itu untuk mencarinya. Ia berhenti di setiap rumah penampungan dengan permintaan sederhana. 
Bolehkah saya memasang foto ini?” Foto sang Ibu dengan rambut putih beruban, yang tersenyum dengan pesan tulisan tangan di bawahnya: “Ibu masih sayang padamu. Pulanglah.” 
Beberapa bulan berlalu. Hingga suatu hari si anak masuk ke tempat penampungan untuk makan. Ia duduk melamun sementara matanya berkelana di papan pengumuman. Di sana ia melihat sebuah foto dan berpikir, “mungkinkah itu ibuku?” 
Setengah berlari, dihampirinya foto itu. Setelah beberapa detik mengamati tanpa suara, ia menangis. Rasanya terlalu indah untuk menjadi kenyataan. 
Waktu itu sudah malam, tapi ia begitu tersentuh oleh pesan itu sehingga ia mulai berjalan pulang. Saat ia tiba, hari sudah pagi. Ia berjalan dengan takut-takut, tak begitu tahu apa yang harus dilakukannya. Saat ia mengetuk, pintunya terbuka sendiri. Pikirnya, pastilah ada seseorang yang menyelundup ke dalam rumah. 
Sambil mencemaskan keselamatan ibunya, wanita muda itu berlari ke kamar ibunya dan mendapatinya masih tidur. Ia mengguncang tubuh ibunya, membangunkannya, dan berkata, “Ini aku! Ini aku! Aku pulang!” 
Sang Ibu menangis bahagia dan memeluk anaknya. “Aku cemas sekali, Ibu! Pintunya terbuka dan kusangka ada pencuri masuk!” kata wanita muda itu. 
Sang Ibu menyahut dengan lembut, “Tidak, sayang. Sejak kau pergi, pintu itu tak pernah terkunci.” 
Kasih ibu tidak pernah sederhana. Kasih ibu amatlah rumit, sehingga tak akan bisa dijelaskan oleh kata-kata. Dan teramat mewah, sehingga tak akan bisa tergantikan atau terbayar oleh apapun. 
Seperti lingkaran, kasih ibu tak berawal dan tak berakhir.

By:Liyashady at:zoom-indonesia.com
On 12:37 PM by Unknown in    No comments

motivasi
Seorang tukang cukur mengatakan pada pelanggannya, “Saya tidak percaya Tuhan itu ada.”
Mengapa Anda berkata demikian?” timpal si pelanggan.
Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalananAdakah yang sakit? Adakah anak terlantar? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan yang Maha Penyayang akan membiarkan semua itu terjadi.”
Si pelanggan diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon apa-apa karena tak ingin memulai adu pendapat. Setelah Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya, pelanggan itu pergi.
Beberapa saat setelah ia meninggalkan ruangan itu, ia melihat orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar,  gimbal, kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si pelanggan memutar langkahnya, berbalik ke tempat tukang cukur dan berkata, “Kamu tahu, sebenarnya tidak ada tukang cukur.”
Wah, tukang cukur tidak terima, “Mengapa Anda bisa berkata seperti itu? Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukur Anda.”
Tidak!” Elak si customer. “Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang saya lihat diluar sana,” si pelanggan itu menambahkan.
Ah, tidak! Tukang cukur itu ada. Apa yang Anda lihat itu salah mereka sendiri, mengapa mereka tidak datang ke saya?” jawab tukang cukur membela diri. 
“Nah!” kata si customer menyetujui. “Itulah point utamanya. Sama dengan Tuhan, Tuhan itu juga ada. Tapi apa yang terjadi? Orang-orang tidak mau datang kepada-Nya, dan tidak mau mencari-Nya. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”
Tukang cukur pun terbengong. 
On 12:23 PM by Unknown in    No comments

motivasi
Ini adalah sifat-sifat Pemenang VS Pecundang, termasuk yang manakah kita?
Ketika seorang pemenang membuat kesalahan, dia akan berkata “Ini salahku.” Ketika seorang pecundang melakukan kesalahan, dia akan berkata “Itu bukan salahku.”
Seorang pemenang bekerja lebih banyak dari seorang pecundang dan masih memiliki banyak waktu. Sedangkan seorang pecundang selalu sangat sibuk sehingga tak punya waktu lagi, meski untuk melakukan hal-hal penting.
Seorang pemenang menghadapi masalah dan menyelesaikannya sampai tuntas. Seorang pecundang takut menghadapi masalah, memalingkan wajah dan tak pernah menyelesaikannya.
Seorang pemenang membuat komitmen. Seorang pecundang membuat janji.
Pemenang berkata “Saya sudah baik, tapi belum sebaik mereka.” Pecundang berkata “Saya tidak seburuk mereka.”
Seorang pemenang menghormati orang-orang yang lebih baik darinya dan mencoba untuk belajar dari mereka. Seorang pecundang membenci orang-orang yang lebih baik darinya dan mencoba mencari-cari kesalahan mereka.
Seorang pemenang merasa sangat bertanggung jawab pada tugas-tugasnya. Seorang pecundang mengatakan “Saya disini hanya untuk bekerja dan dia yang menugaskan ini padaku yang bertanggung jawab.”
Seorang pemenang berkata “Pasti ada cara yang lebih baik untuk menyelesaikan masalah ini.” Seorang pecundang berkata “Masalah itu hanya dapat diselesaikan dengan cara ini.”

By:Liyashady at:zoom-indonesia.com
On 12:19 PM by Unknown in    No comments

motivasi
John Nash lahir pada 13 Juni 1928. Ia adalah seorang matematikawan Amerika Serikat yang ahli dalam bidang teori permainan dan geometri diferensial.
Masa kecil John Nash dihabiskan dengan melakukan berbagai percobaan kecil di kamar tidurnya. Ketertarikannya pada sains membawanya mempelajari industri kimia dan matematika di Carnegia Mellon University.
Pada tahun 1959, John Nash mulai menunjukan perilaku aneh menyerupai paranoia. Ia mempercayai bahwa ada organisasi yang sedang mengincarnya. Kemudian ia dimasukan ke sebuah rumah kejiwaan dimana ia diagnosa menderita Skizofrenia.
Skizofrenia adalah gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi fungsi normal kognitif, emosional dan tingkah laku. Ciri utama gangguan jiwa psikotik ini adalah dengan hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi dan halusinasi.
Namun John Nash tak menyerah dan terus berjuang melawan Skizofrenia yang dideritanya. Ia pun melahirkan karya-karya. Dan sumbangsihnya mendapat banyak penghargaan, termasuk beberapa penghargaan elit berupa John Von Neumann Theory Prize in Economic Sciences pada tahun 1994.
Perjuangan John Nash kemudian menginspirasi banyak orang dan kisah hidupnya diabadikan dalam sebuah film Hollywood, A Beautiful Mind, tentang kejeniusan matematisnya dan perjuangannya melawan Skizofrenia.

By:Liyashady at:zoom-indonesia.com
On 12:16 PM by Unknown in    No comments

motivasi
Mengucapkan terima kasih tidak hanya cara menghargai orang lain dan membuatnya merasa senang, tapi dengan dua kata sederhana itu, kita bisa mendapatkan relasi yang baik dengan setiap orang.
Tidak ada cara khusus untuk mengungkapkan rasa terima kasih, tapi ada lima cara terbaik untuk mengatakannya:
1. Katakan sambil tersenyum
Tak ada cara yang lebih ideal untuk mengekspresikan rasa syukur kita terhadap orang lain, selain dengan tersenyum. Senyum akan meningkatkan setiap nilai. Ini adalah cara paling manis, sekaligus paling halus dan tulus untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada siapa pun, bahkan orang asing.
2. Menulis catatan kecil “Terima Kasih”
Cara lain yang mudah namun efektif untuk mengucapkan terima kasih pada rekan kerja, suami, pacar, kakak, adik, ayah, bos atau seseorang yang dekat dengan kita adalah menulis catatan kecil yang manis dan buat sebagai kejutan; menaruhnya di dalam laci atau menempelnya pada barang yang sering mereka gunakan seperti komputer. Ini akan membuat mereka tiba-tiba senyum manis.
3. Katakan dengan bunga
Cara manis tapi mengejutkan untuk mengatakan "Terima Kasih" adalah dengan bunga. Bunga akan menyampaikan pesan terima kasih kita melalui aroma dan keindahannya. Untuk yang tinggal jauh dari kita, kita juga dapat mengirimkannya.
4. Katakan dengan hadiah kecil
Hadiah kecil seperti pena adalah hal menyenangkan bagi pria, dan syal atau barang cantik adalah hal menyenangkan bagi kaum perempuan. Menulis kartu juga bisa kita jadikan pilihan yang baik.
5. Secangkir kopi untuk ‘terima kasih’
Cara lain yang juga efektif untuk mengungkapkan terima kasih adalah mengatakannya dengan secangkir kopi yang baru diseduh.
Terima kasih yang tidak disampaikan tidak berguna untuk siapa pun.” - G.B. Stern
Mengatakan terima kasih tidak terikat dengan ritual atau cara tertentu. Yang jauh lebih penting adalah mengatakannya dengan tulus, dengan hati kita.” - Anonim

By:Liyashady at:zoom-indonesia.com
On 12:13 PM by Unknown in    No comments

motivasi
Seorang wanita sedang melakukan perjalanan di suatu pegunungan. Di tengah jalan, ia menemukan sebuah batu yang sangat berharga di dekat sungai.
Keesokan hari, ia bertemu seseorang yang juga sedang dalam perjalanan. Melihat orang itu kelaparan, sang wanita membuka tas untuk membagi makanannya.
Setelah memakan makanan pemberian sang wanita, orang asing itu melihat batu mulia yang berkilauan di dalam tasnya. Ia pun bertanya apakah wanita itu bersedia memberikan batu berharga itu padanya. Dan wanita itu melakukannya tanpa ragu.
Orang asing kemudian berjalan pergi, menikmati keberuntungannya. Karena ia tahu batu itu bernilai cukup untuk memberinya kenyamanan seumur hidup.
Namun beberapa hari kemudian, ia memutuskan untuk kembali dan mencari wanita yang telah memberikan batu itu kepadanya.
 “Saya sudah memikirkannya. Saya tahu betapa berharganya batu ini, tapi saya ingin mengembalikannya dengan harapan Anda dapat memberikan sesuatu yang lebih berharga,” katanya pada sang wanita.
Dengan mata berbinar, orang asing itu melanjutkan, “Tolong beri saya apa yang Anda miliki dalam diri Anda, yang telah membuat Anda ikhlas memberikan batu berharga milik Anda pada saya.”
Ada yang lebih berharga dari sekedar harta benda yang menyilaukan mata dan nafsu. Ketika kita mampu memberi dengan hati ikhlas dan tanpa pamrih meski kita juga membutuhkannya, sesungguhnya kita telah memenuhi hasrat spiritual kita.
Beri dan berbagilah pada semua orang yang meminta dari kita. Dan jangan memintanya kembali.” - Anonim

By:Liyashady at:zoom-indonesia.com
On 12:11 PM by Unknown in    No comments

motivasi
Heinrich si bodoh”, itulah julukan masa kecil Johann Heinrich Pestalozzi. Masa kecilnya ia habiskan dengan daya imajinasi, karena ketidakmampuannya menggunakan metode menghafal di sekolah. Kemampuan dibawah rata-rata yang dialaminya membuatnya berkali-kali tidak naik kelas.
Namun kemudian ia dikenal sebagai “seorang gagal yang amat berhasil”. Dengan ketekunan dan pantang putus asa, “Heinrich si bodoh” tumbuh menjadi orang sukses.
Pestalozzi dikenal sebagaiBapak Pendidikan Modernyang memiliki konsep memberi perhatian secara pribadi pada anak didiknya. Rumus dasar kurikulumnya adalah menggunakan akal, tubuh dan hati.
Pestalozzi sangat menyayangi kaum miskin dan tertindas, serta menjunjung tinggi kesetaraan dalam menerima pendidikan. Karena itu, ia telah mendirikan Sekolah Dasar Modern dan 5 panti asuhan.
Saat Pestalozzi meninggal tahun 1827, banyak kalangan yang kehilangan sosoknya. Bagi mereka, Pestalozzi adalah juru selamat kaum miskin dan penolong anak-anak malang.
Bukan tanpa alasan Tuhan menciptakan orang-orang dengan kebodohan dan kelemahan.  Mereka dipilih Tuhan untuk memalukan orang-orang yang merasa paling kuat dan paling pintar.
Alangkah bijaknya bila kita tidak pernah meremehkan kekurangan seseorang, dan juga tidak menganggap kekurangan kita sebagai hambatan dalam mencapai sukses.
Seperti Pestalozzi, bila yakin dengan kekuatan diri sendiri, tidak berkecil hati dan terus menyayangi sesama, kita akan melihat bahwa Tuhan menciptakan kita dengan maksud yang luar biasa.
Ingatlah bahwa kejayaan bisa dicapai oleh setiap orang yang menekuni dan mencintai apa yang ia lakukan.

By:Liyashady at:zoom-indonesia.com

Wednesday, May 1, 2013

On 7:07 PM by Unknown in    No comments

motivasi
Kisah singkat tentang perjalananan hidup Albert Einstein selalu bisa menghadirkan inspirasi dan motivasi. Siapa yang tak kenal seorang Einstein? Seorang jenius itu memang sering mengalami kegagalan di masa mudanya. Namun perjuangannya berakhir sebagai salah satu orang paling jenius sepanjang masa.
Rahasianya sederhana, Einstein tidak pernah menyerah.
Einstein gagal dalam ujian masuk ketika mendaftar di Eidgenosische Technische Hochschule (ETH) untuk mendapatkan diploma Electric Engineer. Tapi dia tidak berhenti begitu saja, Einstein kemudian memilih melanjutkan sekolahnya di Aarau.
Pemenang tidak pernah berhenti dan mereka yang berhenti tidak akan pernah menang.” – Albert Einstein
Pada masa-masa awal dia bersekolah, Einstein pernah dianggap mengalami gangguan mental. Itu karena dia selalu berdiam diri, duduk di belakang kelas dan sering tersenyum-senyum sendiri.
Jangan biarkan sejarah masa lalumu membunuh takdir masa depanmu.” – Albert Einstein
Setelah lulus dari Polytechnic pada tahun 1900 dan mendapatkan diploma guru Matematika dan Fisika, Einstein menghabiskan masa frustasi dua tahun setelahnya untuk mencari pekerjaan.
Dan pada tahun 1908, kepintaran Einstein diakui, bahkan dianggap sebagai seorang pemimpin di bidang sains. Dan tahun-tahun berikutnya dia sudah menjadi professor di beberapa universitas.
Orang-orang tidak gagal, mereka hanya berhenti untuk mencoba.” – Albert Einstein
Ya, kita tidak pernah gagal, kita hanya berhenti mencoba. Kita pun bisa berhasil seperti Einstein. Karena kegagalan adalah kunci penyemangat kita untuk menggapai kesuksesan.
Kegagalan adalah sebuah celah. Dan yang dapat memisahkannya dengan keberhasilan hanyalah cara kita memandang dan tindakan yang kita ambil untuk menghadapinya.
Apakah dunia berhenti berputar ketika kita gagal? Tidak. Karena kegagalan sebenarnya bukan ketika kita jatuh, akan tetapi ketika kita tidak pernah lagi berdiri setelah terjatuh.
Belajar dari hari kemarin, hidup untuk hari ini, berharap untuk hari esok. Dan yang terpenting adalah jangan pernah berhenti bertanya-tanya.” – Albert Einstein
On 6:48 PM by Unknown in    No comments

motivasi
Merasa siap untuk pensiun, seorang tukang kayu tua meminta izin pada sang kontraktor untuk meninggalkan bisnis bangunan rumah dan menjalani kehidupan yang lebih santai bersama istri dan keluarga besarnya.
Ia adalah pekerja terbaik bagi sang kontraktor. Ia pun diminta membantu membangun satu rumah lagi. Mulutnya menyanggupi, tapi tidak hatinya. Ia bekerja seperti terpaksa, dengan pengerjaan buruk dan bahan berkualitas rendah. Ia pikir itu adalah cara yang menguntungkan untuk mengakhiri karirnya.
Ketika pekerjaan itu selesai, sang kontraktor datang untuk memeriksa hasil kerjanya. Tiba-tiba saja sang kontraktor menyerahkan sebuah kunci pintu padanya. “Ini adalah rumahmu,” kata sang kontraktor, “hadiah saya kepada Anda.”
Tukang kayu yang siap pensiun itu tak bisa berkata-kata. Kalau saja ia tahu ia sedang membangun rumahnya sendiri, ia akan melakukan semuanya dengan sangat hati-hati. Sekarang ia harus menghadapi kenyataan untuk tinggal di rumah yang dibangunnya dengan bahan berkualitas rendah dan pengerjaan yang buruk.
Begitulah kita, bertindak dengan tidak hati-hati dan terburu-buru, padahal kita sedang membangun kehidupan kita sendiri. Pada akhirnya, ketika kita terkejut dengan situasi yang telah kita buat, kita akan menyesal dan berharap melakukan yang terbaik.
Pikirkan ini; setiap hari kita palu paku untuk mendirikan dinding-dinding rumah kita, satu-satunya kehidupan yang kita pernah bangun.
Bahkan bila kita tinggal untuk hanya satu hari lagi, hari itu layak untuk kita jalani dengan anggun dan bermartabat.
“Hidup kita hari ini adalah hasil dari sikap dan pilihan kita di masa lalu. Hidup kita esok hari akan menjadi hasil dari sikap dan pilihan yang kita buat hari ini.” - Anonim
On 5:59 PM by Unknown in    No comments

motivasi
Di sebuah kota kecil, Jack kecil tinggal bersama ibunya. Seorang duda yang istrinya sudah meninggal dan tidak punya anak hidup di sebelah rumah mereka. Pria itu melihat Jack tumbuh; dari seorang anak-anak, kencan pertamanya, lulus dari kuliah, bekerja dan sampai ia menikah.
Jack adalah seorang pekerja keras yang gila kerja. Ia bahkan tak ada waktu untuk putri dan istrinya. Setelah menikah, Jack dan keluarganya tak lagi tinggal di sebelah rumah pria tua itu.
Hingga suatu hari ibu Jack menelepon. “Hai Jack, apakah kau ingat Pak Belser? Ia meninggal dunia hari Selasa lalu. Pemakamannya hari Kamis pagi.”
Kenangan masa kecil Jack otomatis berseliweran dalam ingatannya. Ia mengenang kembali masa-masa kecilnya dengan Pak Belser.
Halo? Jack? Kau di sana?” suara ibu menyadarkannya.
Iya bu, aku akan ke sana hari Rabu,” kata Jack, “Tapi kupikir Pak Belser sudah lupa tentang diriku.”
Oh tidak, Jack,” kata ibunya, “Pak Belser selalu ingat padamu. Ia ingat hari-hari saat kau bermain-main di balik pagar rumahnya dan hari ketika kau duduk di pangkuannya ketika istrinya meninggal.”
Beliau orang pertama yang mengajariku ilmu pertukangan. Tanpa beliau, aku tak mungkin terjun ke usaha ini.” kata Jack dalam hati.
Jack yang sibuk kemudian mengatur ulang jadwalnya di hari Rabu dan Kamis. Ia menghargai Pak Belser seperti ayahnya sendiri dan ia sangat ingin ada di sana ketika pemakamannya. Hari Rabu malam ia tiba di kampung halamannya. Ia dan ibu kemudian berjalan ke rumah Pak Belser untuk terakhir kalinya.
Di beranda, ia mengintip ke dalam rumah Pak Belser. Banyak kenangan tentang masa kecilnya di sana. Sofa yang sering ia duduki, meja makan di mana ia pernah memecahkan piring, telepon di sudut ruangan dan … Jack terdiam sejenak.
Kotak emas di ujung meja itu hilang!” seru Jack tiba-tiba. Segera Jack menjelaskan tentang kotak emas di ujung meja itu pada ibunya. Ukuran kotak itu tak lebih dari satu jengkal orang dewasa dan kotak itu dicat dengan warna emas.
Pak Belser selalu berkata bahwa itu miliknya yang paling berharga dan hanya akan diberikan pada seseorang yang layak menerima. Tapi setiap kali aku menanyakan isinya, ia selalu menjawab, ‘sangat, sangat berharga’.”
Dan sekarang kotak emas itu tidak ada lagi. Mungkin diambil oleh seorang keluarga jauhnya, pikir Jack.
Dua minggu kemudian setelah pemakaman, seorang kurir mengantarkan sebuah paket untuk Jack dengan nama Jack tertulis di atas paket dengan tulisan yang sangat sulit dibaca. Setelah Jack membukanya, ada sebuah kotak emas di dalamnya. Kotak itu persis seperti kotak emas Pak Belser yang hilang, dan juga sepucuk surat.
Jack membaca surat itu dengan suara berbisik, “Setelah kepergianku, tolong sampaikan kotak ini pada Jack Bennet. Ini adalah harta paling berharga yang kumiliki.”
Jack menemukan sebuah kunci dalam amplop, kunci untuk membuka kotak itu. Perlahan dibukany kotak itu. Ia kemudian menemukan sebuah jam saku indah yang terbuat dari emas. Dengan perlahan dan menahan air mata, Jack membuka jam itu.
Di dalamnya terukir kata-kata yang tak pernah ia lupakan seumur hidupnya, “Terima kasih, Jack, untuk waktumu. Ini jam untukmu, sesuatu yang paling berharga bagiku. Harold Belser.”
Yang ia hargai dariku adalah waktuku,” serunya perlahan.
Ia menggenggam jam itu beberapa saat. Kemudian ia menelepon sekertarisnya dan membatalkan semua janjinya untuk dua hari ke depan.
Mengapa?” tanya Janet, sekretarisnya.
Aku ingin menghabiskan waktu dengan keluargaku,” kata Jack, “Dan Janet, terima kasih untuk waktumu.”
Ada dua hal yang tak pernah bisa ditarik kembali; perkataanmu dan waktumu. Waktu tidak bisa dipaksa mundur, tidak bisa diperlambat dan juga tidak bisa dipercepat. Waktu akan terus bergerak maju dengan kecepatan konstan. Dan kita tak akan bisa mengulang satu peristiwa yang sama seperti pada waktu yang sudah lewat.
Manfaatkanlah waktu kita sebaik mungkin. Dan hari ini, sudahkah kita memberi waktu pada diri kita sendiri, keluarga kita dan sesama kita?
On 5:57 PM by Unknown in    No comments

motivasi
Apakah kita pernah bertanya-tanya apa yang membuat orang sukses?
Orang sukses memiliki kebiasaan mereka sendiri yang membuat mereka terpisah dari kerumunan dan pada akhirnya bisa mencapai tujuan mereka dengan cara mereka sendiri.
Berikut adalah 5 kebiasaan orang sukses yang bisa menginspirasi dan memotivasi kita untuk ikut sukses.
1. Orang-orang sukses selalu memiliki tujuan
Salah satu kebiasaan yang paling umum dari orang-orang sukses adalah mereka selalu memiliki tujuan dalam pikiran, apakah itu tujuan yang sangat kecil ataupun sangat penting. Memiliki tujuan untuk semua aktivitas kita akan memberikan sebuah visi dan semangat untuk bekerja mencapai target.
2. Orang sukses adalah tepat waktu
Ketepatan waktu ada dalam darah setiap orang berhasil karena mereka berusaha untuk mendapatkan sesuatu tepat waktu. Kita akan jarang melihat para CEO atau seorang eksekutif profil tinggi yang datang terlambat untuk rapat atau janji.
3. Orang-orang sukses adalah orang yang gigih
Jika kita berpikir bahwa orang-orang sukses tidak pernah gagal, pikirkan ini;
Michael Jordan pernah kalah di lebih dari 300 permainan. Dan Thomas Alfa Edison, si penemu bola lampu, telah mencoba dua ribu bahan yang berbeda dalam mencari filamen untuk bola lampu sebelum akhirnya berhasil.
Tapi tidak ada yang bisa menghentikan mereka mencapai kesuksesan.
4. Orang sukses pandai menemukan kawan
Sebuah kebiasaan utama orang-orang sukses adalah bahwa mereka adalah ahli dalam seni membangun jaringan atau relasi dengan orang-orang yang efektif di sekitar mereka, yang juga dapat membantu mereka untuk mencapai apa yang mereka inginkan.
5. Orang sukses tidak menunda-nunda
Penundaan adalah akar penyebab kegagalan. Kita akan jarang mendengar sesuatu seperti “Saya tidak bisa melakukannya sekarang. Saya akan melakukannya nanti” dari mulut seorang yang sukses, karena mereka tidak suka penundaan. Menyelesaikan sesuatu dengan segara adalah salah satu kebiasaan utama orang sukses.